Showing posts with label bagiarta. Show all posts

makalah Catur Purusa Artha

Wednesday, October 15, 2014
Posted by Study TKJ


KATA PENGANTAR
“Om Swastiastu”
Puja dan puji syukur kami haturkan kehadapan ida sang hyang widhi wasa (Tuhan Yang Maha Esa) karena berkat petunjuk beliau-lah makalah “Catur Purusartha” ini dapat terselesaikan dengan baik, makalah ini merupakan tugas sekolah yang dibebankan oleh Bapak I Wayan Berata selaku guru bidang study Agama Hindu di SMK Giri Pendawa Rendang. Dalam penyusunan makalah ini kami tidaklah bekerja sendiri melainkan kami dibantu oleh beberapa pihak yaitu:
1.      Bapak I Wayan Berata selaku guru bidang study Agama Hindu SMK Giri Pendawa
2.      Rekan - rekan anggota kelompok yang telah bekerjasama dalam penyusunan makalah ini.
Beserta pihak lain yang tidak kami sebutkan namanya satu persatu, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi yang telah diberikan kepada kami dalam upaya penyelesaian makalah ini, kami menyadari betul bahwa makalah yang kami susun ini masih jauh dari kata sempurna maka dari pada itu kritik dan saran yang sifatnya mendukung untuk mencapai sebuah kesempurnaan sangat kami harapkan.
Om Santih, Santih, Santih Om.

 Rendang 4,oktober 2013
Ketua kelompok II

I Komang Bagiarta





Catur purusartha
Catur Purusa Artha berasal dari akar kata Catur yang berarti Empat, purusa yang berarti Jiwa, dan Artha yang berarti Tujuan Hidup. Jadi, Catur Purusa Artha adalah Empat Tujuan hidup manusia. Catur Purusa Artha memiliki kaitan yang erat dengan Catur Varga yang berarti empat tujuan hidup manusia yang terjalin erat satu dengan yang lainnya. Uraian mengenai keterkaitan Catur Purusa Artha dan Catur Varga, dapat kita temui dalam Susastera India yang telah ditulis berabad-abad lamanya. Misalnya dalam Kitab Mahabharata atau Asta Dasa Parva. Karena kitab kesusasteraan India banyak diterjemahkan kedalam bahasa Jawa Kuno (Kawi), maka uraian tentang Catur Purusa Artha juga banyak ditemui dalam sumber-sumber jawa kuno lainnya, seperti Kekawin Ramayana, Sarasamusscaya, dan sebagainya.      
  Kitab-kitab tersebut merupakan kitab yang banyak dibaca dan digemari sampai saat ini, maka ajaran Catur Purusa Artha merupakan ajaran yang bersifat universal dan berlaku sepanjang jaman. Di dalam Kitab Brahma Purana, dapat kita jumpai kutipan mengenai Catur Purusa Artha, seperti disebutkan di bawah ini:
“dharmaarthakamamoksanam sariram sadhanam”
Artinya: Tubuh adalah alat untuk mendapat Dharma, Artha, Kama, dan Moksa.
Kutipan diatas menjelaskan bahwa manusia harus menyadari apa yang menjadi tujuan hidupnya, apa yang harus dicarinya dengan badan yang dimilikinya. Semuanya tak lain adalah Catur Purusa Artha itu sendiri. Berikut adalah bagian-bagian dari catur Purusa Artha beserta Penjelasannya:
1.       Dharma
Kata Dharma berasal dari kata dhr  yang berarti menjinjing, memelihara, memangku, mengatur.  Jadi, dharma dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengatur atau memelihara dunia beserta semua makhluk. Menurut Santi Parva (109.11) bahwa semua yang ada di dunia ini telah memiliki dharma dan diatur oleh dharma. Sebagai contoh, manusia yang telah memelihara dan mengatur hidupnya untuk mencapai moksa adalah orang-orang yang telah melaksanakan dharma. Artinya, bahwa kewajiban-kewajiban daripada sorang manusia adalah melaksanakan Dharma demi mencapai moksa. Seperti yang diuraikan dalam kitab Sarassamuscaya berikut ini:

                Kamarthau lipsamanas tu dharmam evaditas caret
                Na hi dharmadapetyarthah kamo vapi kadacana
                Yan paramarthanya, yan arthakama bsadhyan, dharma juga
                Irekasakna rumuhun, niyata,katemwan in artha kama mne
                Tan paramartha wi katemwan in arthakama denin anasar saken dharma
Artinya: jika Artha dan Kama yang dituntut, maka seharusnya, lakukanlah Dharma terlebih dahulu, pasti akan diperoleh Artha atau Kama itu nanti, tidak akan ada artinya jika memperoleh Artha dan Kama tetapi menyimpang dari Dharma.

Ada sebuah kutipan seper  Dharma su Satyam Utamam yang artinya Lakukanlah segala sesuatu berdasarkan Dharma. Artinya, jika kita hendak melakukan sesuatu, lakukanlah hal tersebut berdasarkan Dharma, jangan pernah menyimpang dari Dharma. Sebab, dengan melakukan Dharma terlebih dahulu, baik Kama atau Artha akan mengikuti. Sesungguhnya, Kebenaran Tertinggi adalah Brahman itu sendiri. Dharma itu seperti layaknya sebuah perahu. Perahu mengantarkan nelayan menyeberangi lautan, sedangkan Dharma adalah jalan untuk mencapai Tuhan (Brahman).
2.       Artha
Artha dapat diartikan sebagai tujuan hidup ataupun kepentingan orang lain. Namun dalam hal ini, Artha lebih di fokuskan pada kekayaan atau harta. Agama Hindu sangatlah memperhatikan kedudukan dan fungsi artha dalam kehidupan. Mencari Harta atau Kekayaan, bukanlah sesuatu yang dilarang, malahan itu merupakan hal yang dianjurkan asalkan semuanya itu diperoleh berdasarkan Dharma dan digunakan untuk kepentingan Dharma pula. Dalam Agama Hindu, sebenarnya Artha bukanlah merupakan tujuan. Melainkan, Moksa lah yang menjdai tujuan tertinggi umat Hindu yang hidup di dunia ini.  Artha hanyalah merupakan sarana untuk mencapai tujuan tersebut yang sangat penting pula setelah Dharma.
Di dalam kitab Sarassamuscaya dijelaskan bahwa jika harta diperoleh dengan jalan Dharma, maka bahagia lah orang yang memperolehnya itu, tetapi jika harta tersebut diperoleh dengan cara Adharma, maka noda dan dosa lah yang ia dapatkan. Seperti itulah arti dari kutipan salah satu sloka di kitab Sarassamuscaya. Harta yang diperoleh seseorang harus dapat di bagi tiga, yakni:
a.       Sadhana ri Kasiddhan in dharma
Dipakai untuk memenuhi Dharma. Contohnya untuk melakukan kewajiban-kewajiban dharma, seperti  pelaksanaan Panca Yadnya.
b.      Sadhana ri kasiddhan in Kama
Dipakai untuk memenuhi Kama. Contohnya, untuk kesenian, olahraga, rekreasi, hobby, dan lain sebagainya.
c.       Sadhana ri kasiddhan in Artha
Dipakai untuk mendapatkan harta kembali, contohnya, untuk memproduksi sesuatu, berjualan, dan lain sebagainya.
                Dalam ajaran Agama Hindu berkali-kali ditekankan bahwa Harta tidak akan dibawa mati. Yang akan meringankan dan menuntun pergi ke akhirat adalah perbuatan baik dan buruk. Oleh karena itu, harta kekayaan hendaknya di sedekahkan, dipakai, dan diabdikan untuk perbuatan dharma. Hanya dengan cara demikian lah harta tersebut memiliki nilai yang utama.
3.       Kama
Kama dalam ajaran Agama Hindu berarti nafsu atau keinginan yang dapat memberikan kepuasan atau kesejahteraan hidup. Kenikmatan tersebut merupakan salah satu tujuan hidup utama manusia karena manusia memiliki 10 indriya yaitu:
a.       Srotendriya                                : keinginan untuk mendengar
b.      Tvagendriya               : keinginan untuk merasakan sentuhan
c.       Caksvindriya               : keinginan untuk melihat
d.      Jihvendriya                 : keinginan untuk mengecap
e.      Ghranendriya            : Keinginan untuk mencium
f.        Wagindriya                 : keinginan untuk berkata
g.       Panindriya                   : keinginan untuk memegang sesuatu
h.      Padendriya                 : keinginan untuk bergerak atau berjalan
i.         Payvindriya                 : keinginan untuk membuang kotoran
j.        Upasthendriya          : keinginan untuk enikmatan dengan kelamin
Kesepuluh indriya tersebut menyebabkan manusia berbuat sesuatu, perasaan tahu. Kita harus dapat mengontrol indria tersebut agar tidak terjerumus kepada hal-hal negative karena sering sekali indria menjerumuskan manusia ke arah yang negatif jika manusia itu tidak dapat mengendalikan indria itu sendiri. Menurut ajaran agama Hindu, Kama atau nafsu tidak ada artinya jika diperoleh dengan cara yang menyimpang dari Dharma. Karena Dharma menduduki tempat paling utama dari Kama dan menjadi pedoman dalam mencapai Kama. Dalam kekawain Ramayana, dikatakan bahwa, Kenikmatan (Kama) hendaknya terletak dalam kemungkinan yang diberikan kepada orang lain untuk merasakan kenikmatan. Jadi,pekerjaan yang bersifat ingin menguntungkan diri sendiri dalam memperoleh harta dan kenikmatan tidak dilaksanakan.
4.       Moksa
Moksa merupakan tujuan tertinggi umat Hindu. Moksa memiliki arti, yakni pelepasan atau kebebasan. Maksud dari kebebasan disini adalah kebahagiaan dimana atma dapat terlepas dari pengaruh maya dan ikatan Subha-Asubha Karma, serta bersatunya sang Atman dengan Brahman (asalnya). Moksa juga dapat diartikan sebagai Mukti atau Nirvana. Pada hakekatnya, manusia mengharapkan kebahagiaan yang tertinggi (Sat Cit Ananda).  Namun kebahagiaan seperti ini tidak dapat kita rasakan di kehidupan duniawi ini. Menurut ajaran Agama Hindu, Kebahagiaan yang kekal dan abadi hanya di dapat dengan persatuan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang disebut dengan Moksa. Umat manusia harusnya sadar bahwa perjalanan hidup mereka di dunia adalah untuk mencari Ida Sang Hyang Widhi dan bersatu dengan beliau. Tentu kita tidak mengharapkan kembali bahwa kita akan lahir ke dunia berulang-ulang dan sengsara. Apabila kita masih lahir ke dunia, itu berarti kita belum mencapai Kebahagiaan yang tertinggi.
                Seperti layaknya kita menyeberangi Samudera, tentu mencapai Beliau (Brahman) bukanlah sesuatu yang mudah untuk di lakukan. Akan tetapi, semua itu dapat diperoleh jika jalan yang kita tempuh untuk mencapai Beliau adalah dengan jalan Dharma. Lagi-lagi disini diuraikan mengenai Dharma. Ya, itu semua memang harus berlandaskan Dharma, karena Tuhan/Brahman itu adalah kebenaran itu sendiri. Sangat mustahil sekali, jika kita mencapai beliau dengan jalan Adharma. Jangankan mencapai Brahman, untuk mencapai Artha dan Kama pun kita tidak akan mampu jika melakukannya. Tujuan umat hindu sesungguhnya untuk mencapai dan melaksanakan Dharma sebagai pengendali Artha dan Kama yang merupakan sarana untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, yakni mencapai Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Moksa.
Adapun kaitan Catur Purusa Artha dengan Catur Asrama. Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa Catur Asrama adalah empat tingkatan hidup manusia, mulai dari Brahmacari (masa menuntut ilmu), Grhasta (masa berumah tangga), Wanaprastha (mulai meninggalkan kehidupan materi), dan Biksuka/sanyasin (melepaskan keterikatan duniawi).  Keempat tingkatan ini hanya bersifat informal yang nantinya memiliki kaitan erat dengan Catur Purusa Artha, dengan kata lain, Catur Purusa Artha merupakan filsafat hidup dari Catur Asama.
Dalam tingkatan hidup Brahmacari, kedudukan Dharma (dalam hal ini Kebenaran) sangatlah penting. Dharma adalah tujuan pokok dalam tingkat hidup Brahmacari. Artha dan Kama belum begitu mendapat tempat penting disini. Sebagaimana telah diungkapkan di atas, bahwa mencari Artha, Kama dan Moksa maka Brahmacari merupakan dasar Asrama yang lain Grhasta, Wanaprastha, dan Biksuka. Tingkat hidup pada masa Brahmacari ini sering sekali di sebut sebagai aguron-guron atau asewaka guru yang artinya adalah suatu tingkat kehidupan yang memerlukan ketekunan, kesungguhan. Karena pada tahap ini, seorang sisya/murid mendapatkan wejangan-wejangan dari guru yang berarti juga mendapatkan ilmu pengetahuan dari sang guru. Tentunya mendapatkan pengetahuan seperti ini memerlukan sikap kesungguhan. Pada tahap Brahmacari ini juga, seseorang dapat membentuk wataknya berdasarkan pada Dharma.
Lain halnya dengan Grhasta, melewati masa Brahmacari, seseorang wajib memasuki masa Grhasta. Dalam tingkat hidup Grhasta, masalah artha dan Kama menjadi tujuan hidup yang sangat penting. Seseorang yang telah memasuki masa Grhasta akan memiliki kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan masalah masyarakat maupun dengan masalah keagamaan. Di samping memiliki kewajiban untuk melanjutkan sebuah keturunan, seorang Grhastin (sebutan untuk orang yang menjalani thap Grhasta) berkewajiban juga melaksnakan yadnya, seperti Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Rsi Yadnya, Manusa Yadnya dan Bhuta Yadnya. Tingkatkehidupan Grhasta merupakan tingkatan hidup yang sangat berat. Namun, apabila semua kewajiban-kewajiban tersebut dapat di laksanakan berdasarkan dengan dharma, maka hidup ini akan sangat mulia.
Selanjutnya ketika seseorang telah masuk ke masa Brahmacari dan Grhasta, selanjutnya adalah masa Wanaprastha (masa untuk mengasingkan diri). Seseorang yang telah masuk dalam masa Wanaprastha, akan mulai mengasingkan dirinya dari kegiatan kehidupan kemasyarakatan. Dalam hal ini, berarti Artha dan Kama mulai berkurang sehingga, Artha dan Kama dalam tingkat hidup Wanaprastha tidak memiliki kedudukan yang penting. Apabila seseorang sudah memasuki masa Wanaprastha ini, berarti seseorang itu sudah berani melepaskan diri dari ikatan Kama dan Artha. Karena tujuan pokok dari Asrama ini adalah untuk mencapai moksa. Untuk dapat menyatu dengan Ida Sang Hyang Widhi, maka pada masa ini kegiatan yang lebih banyak dilakukan dalam masa ini adalah tapa brata dan semadhi.
Tingkat hidup yang terakhir dalam Catur Asrama adalah Sanyasin atau Biksuka. Sesungguhnya, pada tingkat Wanaprastha dan Biksuka tidak banyak bedanya. Dalam tingkat Sanyasin, seseorang benar-benar telah matang dalam semadhinya. Seorang Sannyasa benar-benar sudah tidak memiliki keinginan untuk mencari Kama maupun Artha lagi. Hanya satu yang menjadi keinginannya, yakni mencapai penunggalan Ida Sang Hyang widhi yang berupa suka tan pawali duka yaitu Moksa. Seorang Sannyasa akan lebih banyak melakukan dharma yatra atau tirtha yatra yaitu mengunjungi tempat-tempat suci.  Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam masa Brahmacari, saat Dharma merupakan tujuan utama adalah merupakan tingkat hidup yang sangat menentukan berhasilnya tingkat hidup yang lain, yakni Grhasta, Wanaprastha, dan Biksuka. Dengan kata lain, Grhasta, Wanaprastha dan Biksuka tidak akan tercapai dengan baik tanpa menghayati Dharma.


 



jaringan WAN

Friday, May 3, 2013
Posted by Study TKJ

WIDE AREA NETWORK (WAN)
Jaringan WAN
Wide Area Network (WAN) adalah suatu jaringan yang digunakan untuk membuat interkoneksi antar jaringan local yang secara fisik tidak berdekatan satu sama lain, yang secara fisik bisa dipisahkan dengan kota, propinsi, atau bahkan melintasi batas geography – lintas negara dan benua. Ada beberapa Teknologi Jaringan WAN saat ini yang bisa kita gunakan. Berbeda dengan jaringan LAN, ada perbedaan utama antara keduanya dimana terletak pada jarak yang memisahkan jaringan-2 yang terhubung tersebut. WAN menggunakan media transmisi yang berbeda, maupun hardware dan protocol yang berbeda pula dengan LAN. Data transfer rate dalam komunikasi WAN umumnya jauh lebih rendah dibanding LAN.

Komunikasi Jaringan WAN
Teknologi Jaringan WAN bergantung pada fihak ketiga dalam hal ini perusahaan penyedia layanan Telecommunication yang menyediakan layanan hubungan jarak jauh. Tidak seperti pada jaringan LAN dimana koneksi antar device (komputer) ditransmisikan dari satu piranti digital / komputer kepada piranti digital lainnya melalui koneksi fisik secara langsung, teknologi jaringan WAN menggunakan kombinasi sinyal analog dan sinyal digital dalam melakukan transmisi data.
Pada diagram jaringan WAN berikut ini menjelaskan masing-2 komponen dan fungsi dalam konsep teknologi Jaringan WAN.

1.        DTE (Data terminal equipment) adalah suatu piranti disisi link jaringan WAN yang berada pada sisi pelanggan (biasanya gedung / rumah pelanggan) yang mengirim dan menerima data. DTE (biasanya berupa router jaringan atau bisa saja berupa komputer atau multiplexer) adalah merupakan tanda marka antara jaringan WAN dan jaringan LAN. DTE ini merupakan piranti yang akan berkomunikasi dengan piranti DCE disisi ujung lainnya.
2.        Demarc atau titik demarkasi adalah titik yang merupakan interface jaringan dimana kabel perusahaan telpon terhubung dengan rumah pelanggan.
3.        Local Loops adalah perpanjangan kabel line telpon dari Demarc menuju kantor pusat Telco yang mana pemeliharaannya difihak Telco, bukan tanggung jawab pelanggan. Kabel ini bisa berupa kabel UTP, fiber optic atau gabungan keduanya dan juga media lainnya.
4.        DCE (data circuit terminating equipment) adalah suatu piranti (biasanya berupa router disisi ISP) yang berkomunikasi dengan DTE dan juga WAN Cloud. DCE ini merupakan piranti yang memasok clocking (denyut sinyal sinkronisasi) kepada piranti DTE. Sebuah modem atau CSU/DSU disisi pelanggan bisa diklasifikasikan sebagai DCE. DTE dan DCE bisa saja beupa piranti yang serupa / router akan tetapi mempunyai peran dan fungsi yang berbeda.
5.        WAN cloud, merupakan hirarchi Trunk, Switches, dan CO (central office) yang membentuk jaringan telephone lines. Struktur fisik bisa bervariasi, dan jaringan-2 yang berbeda dengan titik koneksi bersama bisa saja saling overlap, makanya direpresentasikan dalam bentuk WAN cloud. Sisi pentingnya adalah bahwa data masuk melalui jaringan telpon, menjelajah sepanjang line telpon, dan tiba pada tepat pada alamat tujuannya.
6.        PSE (packet switching exchange) adalah suatu Switch pada jaringan carrier packet switched. PSE-2 ini merupakan titik-titik penghubung dengan WAN cloud.

Paket messages menjelajah dari titik ke titik yang berbeda tergantung pada koneksi fisik dan protocol yang digunakan. Disini tidak lagi dibahas mengenai teknologi jaringan WAN dalam koneksi WAN yang sudah dibahas sebelumnya, yang secara pokok ada tiga macam berikut ini:
1. Koneksi Dedicated
2. Jaringan Circuit-switched
3. Jaringan Packet-switched

Jenis Jaringan WAN dedicated dan switched mempunyai suatu koneksi yang selalu tersedia kepada jaringan, akan tetapi untuk jenis circuit switched perlu melakukan suatu pembentukan koneksi via semacam mekanisme dial-up antar kedua piranti yang mau berkomunikasi. Dalam suatu konfigurasi dial-on-demand routing (DDR) – router secara automatis membuka koneksi jika ada data yang akan ditrasnmisikan (tentunya sesuai dengan access-list rule), dan akan menutup sendiri jika line dalam keadaan idle selama durasi tertentu yang disetel dalam konfigurasinya.

Layanan Jaringan WAN
Ada banyak penerapan teknologi jaringan WAN pada layanan WAN oleh ISP atau jasa layanan koneksi WAN yaitu sebagai berikut:

1)        PSTN
PSTN adalah public switched telephone network, adalah merupakan teknologi tertua dan diapakai secara luas diseluruh dunia dalam komunikasi WAN. PSTN adalah teknologi Jaringan WAN dalam jaringan circuit-switched. Teknologi ini berbasis dial-up atau leased line (always-on) menggunakan line telephone dimana data dari digital (komputer) diubah menjadi data analog oleh modem, dan kemudian data tersebut menjelajah dengan kecepatan terbatas sampai 56 Kbps saja.
2)        Leased lines
Leased line adalah jenis dedicated dari teknologi jaringan WAN menggunakan suatu koneksi langsung yang bersifat permanen antara piranti yang berkomunikasi dan memberikan suatu koneksi konstan dengan kualitas layanan koneksi (QoS). Akan tetapi leased line adalah lebih mahal dibanding dengan sambungan sesuai kebutuhan (dial-on-demand) PSTN.
3)        X.25
X.25 dispesifikasikan oleh ITU-T – adalah suatu teknologi jaringan WAN paket switching melalui jaringan PSTN. X.25 dibangun dengan merujuk pada layer Data Link dan Physical layer pada referensi model OSI. Awalnya X.25 menggunakan line analog untuk membentuk jaringan paket switched, walaupun X.25 bisa juga dibentuk menggunakan jaringan digital. Protocol X.25 mendefinisikan bagaimana koneksi antara DTE dan DCE di setup dan dipelihara dalam Public Data Network (PDN)
Ø  Anda perlu berlangganan layanan X.25 yang bisa menggunakan line dedicated kepada PDN untuk membentuk koneksi WAN.
Ø  X.25 bisa beroperasi pada kecepatan sampai 64 Kbps pada line analog.
Ø  X.25 menggunakan frame sebagai ukuran variable paket
Ø  Disediakan deteksi dan koreksi error untuk menjamin keandalan melalui kualitas line analog yang rendah.
4)        Frame relay
Frame relay telah dibahas panjang lebar secara terpisah, artikel yang termasuk juga jaringan frame relay dan juga koneksi frame relay. Frame relay adalah salah satu teknologi jaringan WAN dalam paket switching – suatu komunikasi WAN melalui line digital berkualitas tinggi.
5)        ISDN
ISDN secara rinci juga dibahas terpisah, lihat jaringan ISDN disini baik untuk jaringan ISDN BRI maupun jaringan ISDN PRI. ISDN (Integrated services digital network) mendefinisikan standards pada penggunaan line telephone untuk kedua transmisi analog maupun digital.
6)        ATM
7)        Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah teknologi jaringan WAN dengan koneksi kecepatan tinggi dengan menggunakan paket switched system dari kecepatan 155 Mbps sampai 622 Mbps. Ia dapat mentransmisikan data secara simultan, voice yang digitize, dan sinyal digitize video melalui kedua jaringan LAN dan WAN. Karakteristik ATM meliputi berikut ini:
Ø  Menggunakan cell kecil berukuran tetap (53-byte) yang mana lebih muda diproses dibandingkan X.25 maupun frame relay yang menggunakan cell dengan panjang bervariable
Ø  Transfer rate bisa setinggi sampai 1.2 Gigabits
Ø  Line digital berkualitas tinggi, low noise, yang menghilangkan perlunya adanya error-checking.
Ø  Bisa menggunakan bermacam-macam media baik coaxial, twisted pair, maupun fiber optic.
Ø  Bisa mentransmisikan secara simultan jenis data yang berbeda.
Tidak ada perbedaan yang jelas antara layanan WAN seperti frame relay dan ISDN. Misalkan saja anda bisa menggunakan protocol frame relay melalui line ISDN. Begitu piranti terhubung dengan WAN cloud, protocol internal dapat mengkonvert data traffic kedalam format seperlunya kemudian mengkonvert data itu kembali disisi ujung lainnya.

Hardware WAN
Hardware WAN biasanya tergantung pada layanan WAN yang ingin anda koneksikan. Setiap protocol WAN mempunyai spesifikasi dan kebutuhan yang berbeda untuk hardware dan media transmisinya. Akan tetapi anda mempunyai pilihan dalam hardware yang anda gunakan, dan hardware WAN selalu compatible dengan layanan WAN.
Penyedia layanan WAN biasanya memberikan pilihan kepada anda hardware apa yang akan dipakai untuk jaringan WAN dan local loop sampai titik demarc. Local loop biasanya kabel tembaga, kabel yang sama dengan digunakan untuk layanan telpon.
Kabel tembaga diklasifikasikan berdasarkan bandwidth, pada gilirannya menentukan berapa besar data yang bisa dikirim, dan apakah sinyal analog atau digital. 
Berikut dijelaskan dua metoda dalam mengklasifikasikan bandwidth melalui kabel tembaga.

POTS (plaint old telephone services)
Layanan POTS mempunyai karakteristik berikut:
Ø  Kabel-kabel yang ada hanya menggunakan satu pasangan twisted
Ø  Sinyal analog digunakan melalui local loops
Ø  Sebuah modem diperlukan untuk digunakan mengkonversi sinyal digital kedalam sinyal analog.
Ø  Batas efektif line sebatas 56 Kbps

T-Carriers
Teknologi jaringan WAN menggunakan teknologi T-Carriers mempunyai karakteristik berikut ini:
Ø  Menggunakan dua pasang twisted kabel tembaga
Ø  Menggunakan sinyal digital
Ø  Beberapa channel 64 Kbps beroperasi pada kabel yang sama.
T-cariers line diklasifikasikan oleh beberapa channel pendukung yaitu:
Ø  T1 (24 channels)
Ø  E1 (31 channel)

Catatan bahwa channel 64 Kbps terkadang disebut sebagai DS-0. Line yang menggunakan 24 channel (T-1) juga biasa direferensikan kepada line DS-1. Line T-Carriers dapat dibagi menurut jenis data (yaitu: data, digitized voice, digitized video).

Disamping media transmisi, anda memerlukan hardware untuk menghubungkan ke WAN dan juga format signal yang tepat untuk jenis koneksi yang anda gunakan. Kita tahu bahwa modem mengkonversikan sinyal analog ke digital dan sebaliknya. Kita menggunakan satu atau kedua hardware berikut ini dalam semua jaringan digital:

Multiplexer
Sebuah multiplexer adalah hardware yang menggabungkan signal dari dua atau lebih piranti kedalam media segmen yang sama. Pada sisi penerima, multiplexer memisahkan sinyal-2 gabungan ini.
Ø  Sebuah multiplexer Statistical menggunakan channel2 virtual berbeda pada medium fisik yang sama untuk mengirim beberapa sinyal2 yang berbeda sekaligus, yaitu sinyal2 menjelajah bersamaan melalui medium yang sama
Ø  Multiplexer time-division mengirim data paket dari sinyal2 yang berbeda pada interval waktu yang berbeda ketimbang harus mengirim paket dengan membagi medium fisik kedalam chanel2, data dikirim pada slot waktu yang berbeda.

CSU/DSU
Sebuah Channel service unit / Data service unit (CSU/DSU) menghubungkan sebuah jaringan dengan line kecepatan tinggi seperti T1. Piranti ini melakukan format aliran data digital kedalam format frame yang tepat dan juga line code untuk line digital. Ia juga memberikan fungsi timing. Beberapa CSU/DSU juga berfungsi sebagai multiplexer juga atau dibangun integral kedalam router.
Ø  CSU menerima dan mengirim sinyal kepada line WAN, melakukan echo feedback sinyal selama test telpon dan meredam interferensi electrical
Ø  DSU mirip sebuah modem antara DTE dan CSU. Ia mengkonversikan frames dari format yang digunakan didalam LAN kedalam format yang digunakan pada line T1, dan juga sebaliknya. Ia juga memanage line, error timing, dan regenerasi sinyal.
Kita juga bisa menggunakan berbagai macam interface protocol untuk konektivitas WAN, seperti synchronous serial protocols atau asynchronous protocols.
Synchronous serial protocol menggunakan clock sinyal stabil antara DCE dan DTE kepada waktu transmisi data. Komunikasi synchronous mengirim data frame yang besar sejalan dengan waktu clock dan baud-rate. Ia menggunakan bandwidth secara effisien.

Protocol signal synchronous meliputi:
ü  V.35
ü  RS-232 (EIA/TIA)
ü  X.21
ü  RS-449
ü  RS-530
Setiap jenis piranti serial menggunakan konekstor khusus meliputi:
ü  DB60
ü  DB25
ü  DB15
ü  DB9

Catatan bahwa nomor yang mengikuti tersebut menunjukkan jumlah pin, DB25 menunjukkan jumlah pin 25 dsb.

Protocol asynchronous
Protocol asynchronous menambahkan start-bit dan stop-bit pada setiap paket yang dikirim ketimbang memaksa kedua piranti pengirim dan penerima untuk menggunakan clock yang sama. Sinyal protocol asynchronous adalah paling banyak dipakai antara dua modem. Akan tetapi dia juga menambahkan overhead karena penambahan extra bit yang pada gilirannya memperlambat baud rate. Protocol sinyal asynchronous meliputi:
• V.90
• V.42
• V.35
• V.34
• V.32, V.32bits, V.32turbo
• V.22

Sinyal asynchronous menggunakan line telpon standard dan jacks. Koneksi meliputi:
• RJ-11 (2 kabel)
• RJ-45 (4 kabel)
• RJ-48
Interface bisa dirujuk kepada port fisik pada router yang menghubungkan LAN dan WAN.
Methoda encapsulation jaringan WAN

Protocol layer fisik WAN menspesifikasikan metoda hardware dan bit sinyal. Protocol layer Data link mengendalikan beberapa atau semua fungsi2 berikut:
• Error checking dan koreksi
• Pembentukan link
• Komposisi frame-field
• Point-to-point flow control

Protocol2 layer Data link juga menjelaskan metoda encapsulation atau format frame. Metoda encapsulation WAN umumnya adalah HDLC (high level data link control). Tergantung pada layanan WAN dan metoda koneksi, beberapa metoda encapsulation meliputi:
• Cisco HDLC untuk synchronous, koneksi point-to-point dengan router Cisco
• LAPB untuk jaringan2 X.25
• LAPD dalam kombinasi dengan protocol lain untuk channel B dalam jaringan ISDN
• PPP untuk akses LAN dial-up, jaringan WAN circuit-switched dan jaringan ISDN
• Cisco/IETF untuk jaringan frame relay


Diagram diatas menjelaskan metoda encapsulation berbagai teknologi jaringan WAN.

Pages

copright Text

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Labels

Blogger templates

- Copyright © CAESARD -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -