Archive for 11/04/14

cerpen Kejamnya Ibu Tiri Oleh Ni Wayan Listiani

Tuesday, November 4, 2014
Posted by Study TKJ

Kejamnya Ibu Tiri

Sebuah keluarga yang harmonis selalu ada senyum dan tawa memang menjadi sebuah kekaguman oleh keluarga lain yang ada disekitarnya. Seorang ibu yang setiap pagi selalu setia dan tidak pernah lupa dengan tugasnya, setiap pagi dia selalu membuatkan sarapan yang dibantu oleh pembantunya untuk suami dan kedua anaknya yang bernama Rio dan Siska. Rio adalah anak yang paling besar beda satu tahun dari adiknya Siska. Tetapi dia adalah anak yang pemalas selalu kesiangan bangun dan paling susah untuk disuruh mandi pagi hari, namun ibunya tidak pernah marah ataupun memukul sang anak yang super manja itu, dia selalu sabar mengurus kedua anaknya, “ Anakku tersayang bangun nak siap-siap sekolah” begitulah kata-kata sang ibu setiap harinya. Rio pun bangun sambil mengusap-ngusap matanya yang pastinya masih susah untuk melihat mentari yang lebih dulu tersenyum kepada dunia. Sambil menunggu anak-anaknya siap-siap sekolah, ibu Rio membantu suaminya untuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke kantornya. Anak-anaknya pun telah rapi memakai pakaian sekolah, sarapan pagi tidak lupa untuk mereka lakukan setiap paginya, canda tawa, saling meledek pun tidak luput di pertengahan sarapan mereka. Setelah itu ayah dengan anaknya berangkat kerja sebelumnya ayah harus mengantarkan anaknya ke SMP di Denpasar. Disanalah mereka menuntut ilmu, Rio yang sudah kelas 3 SMP dan Siska masih kelas 2 SMP. “ Kalian awet banget pacarannya” kata salah satu teman sekelas Rio. Mereka sejak pertama sekolah bareng selalu disangka pacaran karena saking akrabnya dan setiap jam istirahat selalu makan bersama di kantin. Walaupun begitu mereka tak pernah menghiraukan semua omongan teman-temannya yang mengatakan mereka pacaran.
Hari ini adalah ulang tahun Siska yang ke-13 tahun tepat pada tanggal  24 September, ibu Siska memberitahukan kepadanya jika ulang tahunnya kali ini tidak  dirayakan dengan mengundang semua teman-teman sekolah Siska, tetapi ibunya mengajak keluarganya untuk  merayakannya dengan jalan-jalan ke Pantai Kuta, Siska pun setuju karena mereka sudah lama tidak pernah jalan-jalan dengan keluarganya.
“ Ma ntar jangan lupa beli jajan buat makan di mobil ya” kata si anak bawel ini yang sudah tidak sabar utuk merayakan ulang tahunnya bersama keluarga.
“ Iya bawel anak mama yang manis nan jelita” kata si ibu sambil meledek anaknya yang sudah siap-siap untuk pergi.
Ibu Siska melihat jam dinding yang ada di kamar tamu mereka “anak-anak apa kalian sudah siap??? Sudah jam dua siang ayo kita berangkat” Siska dan Rio berteriak saking semangatnya sampai tersandung di pintu kamarnya.
“papa ayo kita berangakat” kata Siska yang sudah ada di dalam mobil sambil mendengarkan lagu yang ada di ponselnya.
Sampai diperjalanan sopirnya ternyata mengantuk dan si sopir tidak melihat ada mobil truk yang sedang menyebrang, akhirnya mobil Pak Burhan yang merupakan majikannya menabrak truk sampai mobilnya penyok dan ada percikan api sampai kedua mobil itu terbakar. Orang-orang yang ada di dalam mobil tersebut berteriak sambil menyelamatkan dirinya masing-masing.
“Rio, Siska, papa kalian dimana?” kata mama yang masih didalam mobil, sambil menutup mulutnya yang sudah sesak karena asap mobil yang terbakar.
“ Mama ayo cepat keluar, apinya sudah semakin besar!!” kata siska yang sudah di luar mobil bersama ayah, si sopir dan kakaknya Rio.
“ Mama nggak bisa keluar pintunya terkunci, pintu depannya sudah terbakar,” kata mama sambil menangis dan kebingungan mencari jalan keluar.
Sekitar lima menit kemudian mobil tersebut meledak dan membakar semua yang ada didalamnya termasuk mama yang masih terperangkap di dalam mobil. Semua keluarga pun menangis melihat keadaan mama yang sudah terbakar hangus. Dan akhirnya sang ibu yang sangat mereka sayangi, setiap pagi membuatkan sarapan kini telah tiada, meninggalkan sejuta kerinduan yang mendalam bagi keluarganya.
Tiga tahun kemudian anak-anaknya telah sekolah di tingkat SMA mereka pun telah menjadi remaja yang cantik dan ganteng, dan ayahnya pun telah memiliki pengganti istrinya yang dulu, namanya ibu Wini. Istrinya yang sekarang sifatnya hampir sama seperti ibunya yang dulu, orangnya baik, sopan, rajin dan selalu menebarkan senyum disetiap paginya.
Pada jam enam pagi terdengar teriakan yang sangat sering mereka dengar.
“ Siskaaa,, Riiooo, papaaa, ini sudah jam enam kalian nggak ada yang sekolah ya???” tanya mama Wini sambil teriak-teriak di lantai bawah.
“ Apa? Ini sudah jam 6?” Rio kaget dan terkejut di tempat tidur langsung bergegas mengambil handuk dan langsung ke kamar mandi.
Begitu halnya dengan Siska dan Papa langsung meloncat dari tempat tidur menuju ke kamar mandi untuk siap-siap sekolah. Dan sambil mengomel karena tidak dibangunkan oleh mama Wini.
“ Ma saya kok enggak dibangunin  sihh??” tanya Siska dengan wajah kesal.
“ Maaf mama tadi lagi di dapur masak buat kalian, mama kira kalian udah pada bangun” jawab mama Wini dengan raut wajah tidak bersalah.
“ Aahhh dasar mama, mana rotinya ma?? aku mau sarapan roti aja deh ma udah keburu siang ini, nanti saya telat.” Kata siska sambil mengikat rambutnya yang masih terurai.
“ Iya kalian makan roti aja deh, ini nasinya udah mama kotakin nanti kalian makan di sekolah aja, terus ini buat papa makan di kantor aja ya pa, bir nggak telat”  jelas mama sambil merapikan kotak-kotak yang berisi makanan tersebut dan membagikannya pada masing-masing orang.
“ Makasi mama, mama baik deh” kata rio dan siska kompak.
“ Iya anak bawel nan manja” kata mama dengan raut wajah yang meledek..
Kemudian papa pun datang dengan tergesa-gesa langsung pamitan dengan mama.
Setelah semua keluarga tidak ada dirumah, telepon rumah berdering,
“ Haloo, gimana ma rencananya??” Tanya suara lelaki, yang merupakan suami pertama dari wini.
“ Tenang, dirumah ini sudah aman hanya aku yang ada di dalam rumah ini.” tegas Wini dengan wajah yang gembira.
“ Bagus ma, sekarang mama cari surat-surat rumahnya dulu, nanti kalau sudah ketemu kasi tahu aku ya ma” suruh lelaki itu
“ Beres pa, serahkan saja semuanya sama mama, ok deh pa mama mengerjakan tugasnya dulu, nanti saya hubungi lagi, daaa pa” kata si wanita dan langsung menutup ponselnya.
Ibu Wini tersebut menuju kamar pak Burhan, di sana dia menggeledah semua isi lemari dan laci meja namun tetap tidak ketemu. Wanita tersebut pun menyerah untuk mencari surat-surat yang berisi semua harta Pak Burhan dan dia berencana untuk menyiksa semua anggota keluarga disana terutama anaknya pak burhan.
Jam dinding menunjukkan pukul dua siang, bel pintu pun berbunyi tanda Rio dan Siska sudah pulang sekolah.
“ Hay mama, Siska sudah pulang dari sekolah” sapa Siska sambil memeluk mamanya.
Wanita yang dipanggil mama itu pun membalasnya sambil tersenyum “ Iya sayang, sana ganti dulu pakaian sekolahnya nanti langsung turun makan bareng mama ok”.
“ Siap mama cantik, aku ganti baju dulu” kata siska.


Hari ini adalah hari minggu Siska dan Rio tidak sekolah tetapi ayahnya tidak ada di rumah karena ada tugas kerja di luar kota, Siska tumben pagi-pagi udah haus dan dia langsung bangun menuju dapur. Di dapur ia melihat ibunya yang sedang menelpon sesorang dengan raut wajah yang sangat serius, siska pun penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh ibunya. Siska mencoba untuk mendengar pembicaraan ibunya saat itu pun Siska sangat kaget setelah tau bagaimana sifat ibunya yang asli, ternyata dia ada rencana yang sangat buruk terhadap keluarga Siska, Siska langsung berlari menuju kamar tanpa sengaja dia menyenggol pas bunga di sampingnya sampai jatuh, ibunya mendengar dan menuju ke asal suara itu dilihatlah Siska yang sedang menangis dan raut wajah yang marah. Ibunya kelihatan kaget setelah melihat siapa yang sedang berdiri di depannya itu, dia takut jika semua obrolannya di telpon didengar oleh Siska.
“ Ngapain kamu disini??” tanya ibunya singkat.
“ Ohh ini ma saya haus banget mau ngambil air minum ke dapur tapi aku nyenggol pot ini sampai pecah, maaf ya ma” balas siska dengan wajah gugup dan ketakutan melihat ibunya yang kelihatan ada niat buruk padanya.
“ Ohhh kirain kamu kenapa, tadi kamu dengar pembicaraan mama nggak??”
“ Mmmm nggak ma, emang mama lagi ngomongin apa??” tanya Siska pura-pura tidak mendengarnya.
“ Itu papamu tadi nelpon mama katanya lagi 20 hari baru pulang dari Jepang, katanya papa kangen sama kalian.”
“ Kok lama banget ma papa disana?” Tanya Siska dengan wajah kesal, karena mendengar berita tersebut.
“ Iya, katanya sih masih banyak tugas di sana, sabar kan masih ada mama di rumah” kata mama mencoba untuk membuat Siska tenang.
“ Iya deh ma, aku mau ke kamar dulu ya mau lanjutin tidur lagi, hehe.” kata Siska seraya tesenyum.
“ Iya sayang, mama mau nyiapin kalian makan dulu.” balas mama tersenyum canggung.
Setelah Siska mendengarkan semua pembicaraan mama di telpon tadi, dia berpikir untuk memberikan informasi ini pada kakaknya. Sampai di kamar kakaknya dia menceritakan semua kejadian yang terjadi padanya tadi pagi  di dapur, kakaknya pun kaget setelah mendengarkan berita itu. Setelah itu mereka menelpon papanya untuk memberikan info yang sama, tetapi ayahnya tidak percaya dengan apa yang dibilang oleh anaknya karena papanya sudah terpengaruh pada kebaikan ibu Wini setiap harinya, tidak mungkin seorang ibu yang baik punya niat sejahat itu. Rio dan Siska pun menegaskan kepada papanya berkali-kali tapi tetap papanya tidak percaya, sampai mereka pun putus asa dan langsung mematikan ponsel yang dipeganganya.
Keesokan harinya Rio juga hendak ke dapur untuk mengambil jus yang dia beli kemarin sorenya, dia melihat ibi Wini menaruh serbuk aneh pada makanan yang hendak diberikan Siska yang tadinya Siska meminta tolong kepada ibu Siska untuk membuatkan nasi goreng kesukaannya. Rio pun langsung mendekati mamanya dan bertanya, “ Itu diisi apa nasi gorengnya ma?” tanya Rio penasaran..
“ Mmmm anu, apa ini,  mama mau ngasi sedikit penyedap nasi goreng biar lebih enak.” kata mama dengan wajah kebingungan karena rencananya dilihat oleh Rio.
Rio tidak percaya, dia menyuruh mamanya untuk makan nasi goreng tersebut tetapi dia tidak mau dan langsung marah sama Rio, pertengkaran pun terjadi.
“ Ini memang racun seperti yang kamu duga, kamu pasti sudah tau dari cerita adik kamu kan, ini sebabnya saya menaruh racun pada makanan adik kamu supaya rencana saya tidak berantakan gara-gara si cunguk adik kamu itu. Saya memang menginginkan semua kekayaan papa kamu dengan cara apapun. Karena dulu dia telah menolak cintaku, dan saat ini saya mau balas dendam sama papamu yang bejat itu. dan sekarang mumpung papa kalian tidak ada dirumah selama 20 hari, saya akan menyiksa kalian dengan sesuka hatiku bila perlu sampai kamu mati dan kelaparan. Saat ini akulah yang berkuasa dirumah ini. Nanti setelah kalian lenyap saya akan menyiksa papa kalian sampai mampus, hahahahaha.” Kata ibu wini dengan tampang puas sambil tertawa.
“ Apa mama bilang? ternyata di balik semua kebaikan mama ada maksud yang begitu kejam terhadap kami, mama tidak akan bisa menyakiti keluarga ini.” Kata Rio dengan wajah kaget dengan semua yang dijelaskan oleh ibu Wini.
“ Hah melenyapkan kalian itu masalah yang sangat gampang, jika kamu tidak mau menuruti semua perkataanku, papamu yang akan menjadi korbannya.” kata ibu Wini sambil tertawa.
“ Tidak akan bisa! Saya akan bilang sama papa, apa rencana mama terhadap kami.” bentak rio kepada ibu wini.
“ Ok silakan kamu lakukan jika ingin papa kamu mati diperjalanan pulag karena suruhan saya telah mengintai papa kamu, jika kamu berani melawan saya, liat aja nanti apa yang terjadi dengan papa kamu.”
Setelah mendengar ancamannya itu, rio tidak berani berbuat apa-apa karena rio takut jika papanya mengalami suatu hal yang buruk jika dia melawan semua omongan mamanya. Rio dan siska akhir-akhir ini diperlakukan seperti pembantu bahkan lebih, mereka sering disiksa sampai kulitnya lebam, terbakar. Pukulan-pukulan pun tidak jarang mereka rasakan. Paling parah adalah siksaan mereka pernah ditempeli setrikaan yang masih panas di punggungnya karena Siska ceroboh menyetrika baju kesayangan ibu Wini.
“ Siska tolong setrikain bajunya mama yang warna biru itu!cepetin!!!” suruh ibu Wini kepada Siska.
“ Iya ma saya strikain sekarang” sahut Siska
Sambil menyetrika baju, Siska melamun memikirkan kehidupannya sekarang, bagaimana caranya untuk lepas dan membuktikan siksaan ini kepada papanya. Karena kebanyakan melamun dia lupa dengan baju yang sedang ia setrika dan baju itu terbakar sampai berlubang. Ibu Wini melihat keadaan bajunya kemudian memarahi Siska dan memakinya.
“ Kamu sengaja ya bolongin ini baju karena kamu marah sama saya?” bentak ibu Wini.
“ Enggak ma saya tidak sengaja, tadi saya melamun, maafkan saya ma, beneran saya nggak sengaja.” bujuk Siska kepada mamanya supaya tidak marah.
“ Sekarang rasakan panas setrika ini, siapa suruh kamu ceroboh, ini hukuman buat kamu supaya nanti tidak terulang lagi, ini baju kesayangan aku pokoknya kamu harus merasakan panas setrika ini.” sambil menyodorkan setrika ke kulitnya siska.
“ Mamaaaa panas ma, ampun ma, ampun saya minta maaf ma, nanti saya akan ganti bajunya ma, jangan ma panass.” teriak Siska yang kepanasan dan perih karena ditempelkan setrika panas.
Kemudian Rio datang kepada adiknya karena mendengar teriakan yang sepertinya sedang kesakitan, dilihatlah sang adik sedang disiksa oleh mama tirinya. Rio pun mendekati mereka.
“ Maafin siska ma, kasian dia kesakitan, lebih baik saya yang jadi gantinya kasian adik saya ma” kata Rio sambil bertekuk lutut sambil menangis di kaki ibunya.
“ Baik saya akan jadikan kamu sebagai gantinya, rasakan ini.”
“ Aaaaaaaaa sakiiittttt” teriak rio sambil menangis.
Suatu hari pak burhan pulang lebih cepat dari targetnya karena tugas yang dilaksanaknnya di Jepang telah selesai. Dia sengaja tidak memberikan kabar kepulangannya kepada keluarga dirumah dia berencana memberikan surprise kepada anak-anaknya. Sesampainya dirumah Pak Burhan terdiam kaget dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ibu wini sedang menyiksa anaknya sampai banyak luka di bagian tubuhnya.
“ Mama apa yang kamu lakukan dengan anak-anak saya?? Jadi ini kelakuan mama saat saya tidak ada dirumah? Saya sangat kecewa dengan kamu, dasar wanita biadab” kata Pak Burhan dengan nada tinggi karena marah melihat kejadian ini.
Ibu Wini terdiam saat melihat Pak Burhan ada didepannya. Pak Burhan pun meneghubungi pihak kepolisian untuk menangani wanita tersebut. Setelah itu ibu Wini di penjara seumur hidup, dan diceraikan oleh Pak Burhan. Keluarga pak burhan pun menjadi bahagia setelah kepergiannya buk Wini karena tidak ada lagi yang menyiksa Rio dan Siska.
Ibu Wini beserta komplotannya yang ikut melakukan rencana buruk itu pun dipenjara dan menyesali semua perbuatannya kepada keluarga pak burhan.


Tamat







Pages

copright Text

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Labels

Blogger templates

- Copyright © CAESARD -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -